Laman

Senin, 14 November 2011

Kisah cinta Tentara dan gadis biasa


Tentara??
Seberapa kuatkah ia??
Seberapa sempurnakah ia??
Mampukah ia mencairkan seluruh gletser di Himalaya?mampukah ia meruntuhkan karang di Atlantik?mampukah ia mendapatkan hati setiap wanita di muka bumi ini??
Kau, yang katanya menantu idaman para orang tua sang gadis, sangat berkuasakah kamu sehingga mentari enggan terbit saat kau berbaris rapi di lapangan hijau..?!
Kau, yang notabenenya adalah pasangan yang diinginkan oleh para pecinta pengabdian, seberapa berkuasakah kamu sehingga kamu bisa menanam ribuan jenis bunga di halaman rumahmu dan kau petik bunga yang berbeda di setiap paginya..
Ught..aku bicara seakan hanya kau makhluk mulia di dunia ini..padahal aku tidak pernah tau apa saja yang kau dan kalian semua lakukan di balik pagar beton itu..yang aku tau di luar bilik itu, pesonamu bak purnama, sempurna..!
Hmmm..aku, sang gadis biasa.
Apa ukuranya sehingga aku dapat mengatakan 'biasa'?!?
Yeah..
Saat gadis2 menyambut mentari dg bersolek, aku sibuk menyeka peluh yang menganak sungai keluar dari hutan dengan membawa setumpuk kayu bkar yang terkadang ukuranya lebih besar dari tubuhku..
Coba kau lihat pakaianku,aq bingung dengan warnanya,seingatku saat membelinya berwarna merah,tapi sekarang ntah ini pink,marun,atau...akh..kenapa aku ambil pusing dg warna pudar ini. Tidak ada yang menarik tentangku yg dapat aku ceritakan selain tuntutan keluargaku yang menginginkan aku menikah dengan abdi negara sepertimu.
Hei kalian yang berseragam hijau,adakah satu saja dari kalian yang memandangku sebagai gadis pemilik cinta tulus yg siap aku berikan untukmu yang dtang padaku..?!
Oooh kalian yang bersenjata,adakah satu saja diantara kalian yang menilai kualitasku sama dengan para gadis berseragam putih nan bersih..??
Wahai kamu yang berhasil mencuri hati para orang tua gadis, adakah kamu yang berkenan menginjakkan kaki dan menjadi bagian penghuni gubuk reyotku??
Aku menuai retorika ini dari bibit2 putus asa..aku,kamu,berbeda..takkan bisa bersama menggapai cita beriring cinta..
Kamu,aku puja..aku,kamu sia...

24 komentar:

  1. hikssss, suka ma critax tpiii bkin sedih jg..
    semangattt ya ladies :)

    BalasHapus
  2. jodoh tidah memandang apapun mba,,,saya juga orang biasa alhamdlh calon saya juga dari TNI ,,semoga mendapat jodoh yang diinginkan mba ya,,smangat

    BalasHapus
  3. Bikin terharu ya cerita cintanya.. :'(
    Yang sabar aja ya, kalo jodoh tak akan kemana..
    Jodoh pasti bertemu.. :) kata Afgan hehe :D

    BalasHapus
  4. Pengen punya suami tentara, bukn karena uangnya tp gagah aj. Tapi........ biasanya tentara cari calon istri klo gak bidan ya suster/ dokter atau bahkan ad yg nyari istri anak orang kaya. Jadi minder aja sepertinya sekedar mengenalpun kyaknya aku gk se-
    level dg mereka. Benarkah?

    BalasHapus
  5. Jgn seperti adik2 tidak semua yg kalian rasa itu bener,yg benar adalah kebanyakan tentara mncari pndamping hidup yg setia,kalian tidak tau kehidupan tentara seperti apa,sebulan mungkin bersama tp setahun kita berpisah,itu smua krna tuntutan tugas,jd tentara itu mncari wanita yg bnar2 bs mnjaga klga,anak dan keutuhan cinta mereka disaat dia berangkat dlm mnjalankan tugas negara,smga informasi ini brguna buat adik2

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju bang...sebenarny yg mereka cari adalah kesetiaan... dan kesabaran dr perempuan.. :)

      Hapus
    2. Masukkan balasan Anda...saya punya kekasih tentara saya sabar dan tegar krna dia abdi negara dan dtugaskn dtmpt yg jauh

      Hapus
  6. Betul itu
    pacar aku juga seorang TNI
    jngan perna hancurkan cinta yng suda di bangun yaa
    karna susah untuk mengembalikannya..
    Smangat ya kaa

    BalasHapus
  7. Memiliki kekasih seorang tentara itu harus memiliki kesabaran extra dalam sgala hal...harus STRONG

    BalasHapus
  8. Sedih ,, Masih ngerasa minder aja kalo bisa dekat seseorang Abdi Negara , takut nya tidak bisa menerima dari latar belakang pendidikan keluarga ,, :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak usah minder mbak, contohnya saya, saya dari keluarga petani didesa, alhamdulillah sudah hampir 10 th saya menjadi istri seorang marinir, kami punya seorang putri dan putra, dulu saya bekerja sbg staf dan design engineering disebuah pma otomotif, tp ternyata suami lebih suka saya menjadi ibu rumah tangga biasa. Jadi jangan minder, yang terpenting kepribadiaan & tingkah laku kita :) .

      Hapus
    2. Nggak usah minder mbak, contohnya saya, saya dari keluarga petani didesa, alhamdulillah sudah hampir 10 th saya menjadi istri seorang marinir, kami punya seorang putri dan putra, dulu saya bekerja sbg staf dan design engineering disebuah pma otomotif, tp ternyata suami lebih suka saya menjadi ibu rumah tangga biasa. Jadi jangan minder, yang terpenting kepribadiaan & tingkah laku kita :) .

      Hapus
  9. Jangan minder, tidak semua Abdi Negara seperti itu kok :) yang terpenting kesabaran dan kesetiaan kalian untuk mereka. Selebihnya pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Sebagaimana cobaan yang harus dihadapi dalam hubungan kalian. Semangatt

    BalasHapus
  10. Jangan minder, tidak semua Abdi Negara seperti itu kok :) yang terpenting kesabaran dan kesetiaan kalian untuk mereka. Selebihnya pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Sebagaimana cobaan yang harus dihadapi dalam hubungan kalian. Semangatt

    BalasHapus
  11. Pernah mengenal seorang tentara yg baik hati dan tulus, tp karena aku lebih memilih menyakiti karena kasihan sama sahabatku yg juga suka sama dia, sayang sampe sekarang tidak sempat mengucapkan permohonan maaf padanya, dan menjelaskan kesalahpahaman. Dimana pun kamu berada aku mohon maaf. You're always the best

    BalasHapus
  12. Pernah mengenal seorang tentara yg baik hati dan tulus, tp karena aku lebih memilih menyakiti karena kasihan sama sahabatku yg juga suka sama dia, sayang sampe sekarang tidak sempat mengucapkan permohonan maaf padanya, dan menjelaskan kesalahpahaman. Dimana pun kamu berada aku mohon maaf. You're always the best

    BalasHapus
  13. Apa daya yg jones akutt,baca" cerita kyak gini bkin smngt pengen jadi tentara.
    Minta aminnya dong wkwk

    BalasHapus
  14. Apa daya yg jones akutt,baca" cerita kyak gini bkin smngt pengen jadi tentara.
    Minta aminnya dong wkwk

    BalasHapus
  15. alhamdulillah, saya hampir 10 th menjadi istri seorang tni,kami dikaruniai seorang putri & putra, beliau orangnya tegas, berwibawa tetapi sangat sayang kepada keluarga, meski dulu saya bekerja sbg staf design engineering disebuah pma otomotif, saya memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga agar lebih fokus mengurus anak2, jadi intinya sbg wanita kita tdak boleh minder, karena kecantikan wanita bisa dilihat dari tingkah laku & kepribadian, bukan wajah dan pekerjaan saja.

    BalasHapus
  16. saya juga dari keluarga biasa orng desa orng tua buruh tani tapi alhamdulillah punya pacar seorng tni , orngnya baik memang saya sendiri suka minder malu nerasa gak pantas takut karena dari segi pendidikan saja rendah , tp dia slalu bilang lebih suka perempuan yg apa adanya tidak memandang status , fisik , dr keluarga mana yg penting memang kesetiaan , kejujuran , sabar apa adanya yg dia cari salut.

    BalasHapus
  17. Saya pernah kenal seorang marinir karena kebetulan saya juga sedang study di salah satu universitas di kota pahlawan. Dia selalu melambungkan anganku hingga aku terbuai dan melambung tinggi tapi tiba-tiba dia menjatuhakanku begitu saja. Dia tiba-tiba pergi tanpa alasan yang jelas. Kecewa? Jelaslah aku sangat kecewa. Aku sempat berfikir dia hanya sekedar mengetest kesabaranku atau memang dia sudah ada yang lain (calon bidan). Kalau memang seperti itu aku tak apa. Cukup tahu diri karena aku hanya calon guru slb tidak seperti mereka yang berseragam putih. Aku pun juga berasal dari keluarga sederhana. Tapi aku serahkan semuanya pada Allah. Kalaulah memang dia jodohku kelak akan disatukan kembali. Tapi kalau dia bukan jodohku tidak apa-apa. Setidaknya aku bersyukur kalau pernah mengenal seorang abdi negara, belajar bersabar kalau jarang ada kabar. Setidaknya dia sudah hadir memberi pengalaman hidup bukan menjadi pendamping hidup. Aku berdoa semoga dia bahagia dan aku pun juga nantinya bisa bahagia bersama abdi yang lain. Terima kasih (R.W.)😊

    BalasHapus